Kamis, 28 April 2011

Defenisi Dinamika

Dinamika merupakan salah satu bagian dari kinetika, selain statika. Dinamika adalah ilmu yang mempelajari tentang gaya yang bekerja pada tubuh dalam keadaan bergerak (SF atau SM ¹ 0). Dalam analisis kinetika (statika dan dinamika), dapat ditentukan besarnya gaya pada sendi yang dihasilkan oleh otot, berat tubuh, jaringan-jaringan connective (seperti ligamen), dan beban external baik secara statik maupun dinamis, serta dapat mengidentifikasi keadaan tersebut yang menghasilkan gaya yang sangat tinggi. Untuk menganalisis gaya-gaya yang bekerja pada suatu sendi selama gerakan, maka harus menggunakan teknik solving dynamic problem (pemecahan problem dinamik). Gaya-gaya utama yang dianalisis secara dinamik adalah gaya yang dihasilkan oleh otot, berat badan, jaringan connective dan beban external. Dalam analisis dinamik, ada 2 faktor yang harus dinilai yaitu :
1. Percepatan dari bagian tubuh yang bergerak
2. Massa moment inersia dari bagian tubuh tersebut ; massa moment inersia merupakan unit yang digunakan untuk menyatakan besarnya torque yang dibutuhkan untuk mempercepat gerakan tubuh tersebut dan massa ini bergantung dari bentuk tubuh.
Sedangkan langkah-langkah untuk menghitung besarnya gaya minimum yang bekerja pada suatu sendi selama aktivitas dinamis adalah :
1. Mengidentifikasi struktur-struktur anatomi yang terlibat dalam menghasilkan gaya ; struktur-struktur yang terlibat adalah bagian tubuh yang bergerak dan otot-otot utama (primemover) yang menghasilkan gerakan.
2. Tentukan percepatan angular dari bagian tubuh yang bergerak ; untuk menentukan percepatan angular dari bagian tubuh maka seluruh gerakan dari bagian tubuh tersebut dicatat secara photographic yaitu menggunakan sebuah cahaya stroboscopic dan gerakan kamera, atau sebuah sistem televisi scanning atau metode-metode lain. Dari film-film tersebut maka dapat dihitung percepatan angular maksimal pada gerakan tertentu (Frenkel & Burstein, 1970).
3. Tentukan massa moment inersia dari bagian tubuh yang bergerak ; untuk menentukan massa moment inersia pada bagian tubuh yang menggerak, maka digunakan data anthopometric.
4. Hitung torque yang bekerja disekitar sendi ; besarnya torque disekitar sendi sudah dapat dihitung dengan menggunakan Hukum Newton II tentang gerakan yaitu besarnya torque merupakan hasil perkalian dari massa moment inersia dan percepatan angular dari bagian tubuh tersebut ( T = I x µ). Tetapi bukan itu saja, torque juga merupakan hasil perkalian dari gaya otot utama dan jarak tegak lurus dari gaya ke pusat sendi (lever arm) à T = Fxd.
5. Hitung besarnya gaya otot utama yang menghasilkan percepatan pada bagian tubuh tersebut ; Besarnya gaya otot utama dapat dihitung dengan rumus T = F x d, dimana T (torque) dan d (lever arm) sudah dapat diketahui.
6. Hitunglah dengan menggunakan analisis statik, besarnya gaya reaksi sendi pada saat tertentu.

Statika

Statika adalah ilmu yang mempelajari tentang keseimbangan dari suatu sistem yakni tubuh manusia baik secara keseluruhan maupun sebagian seperti lengan atas, lengan bawah dan lain-lain. Statika merupakan bagian dari kinetika, dimana dalam statika akan banyak mempelajari keadaan keseimbangan tubuh yang harus memenuhi 2 syarat keseimbangan yaitu ?M = 0 dan ?F = 0. Keseimbangan suatu tubuh merupakan resultan dari berbagai gaya yang bekerja pada tubuh tersebut.
Untuk menganalisa gaya-gaya yang bekerja pada sendi dan otot dalam keadaan statis maka digunakan sistem keseimbangan dimana keseimbangan tubuh dipengaruhi oleh gaya external dan gaya internal. Gaya external yang sangat mempengaruhi sistem keseimbangan adalah gaya berat (Fw) dan gaya normal (Fn). Gaya normal akan diperhitungkan jika anggota gerak tubuh menumpu berat badan di atas lantai/tanah, sedangkan gaya berat selalu diperhitungkan didalam menentukan besarnya gaya pada otot dan sendi.
Gaya otot merupakan reaksi terhadap gaya external. Tanpa gaya external maka gaya otot tidak dapat ditentukan. Disamping gaya external, besarnya sudut pada saat otot bekerja sangat menentukan besarnya gaya otot tersebut. Begitupula jarak antara gaya-gaya external terhadap titik putar (axis) juga mempengaruhi besarnya gaya otot tersebut.
Sedangkan gaya reaksi di titik putar (gaya reaksi sendi) dipengaruhi oleh gaya external dan gaya otot. Kita dapat mengatakan bahwa gaya ini adalah suatu reaksi terhadap gaya external dan gaya otot. Gaya reaksi ini terutama terjadi pada sendi, tulang, kapsul dan ligamen, yang biasa dinamakan dengan gaya reaksi sendi. Gaya reaksi sendi dan gaya otot merupakan gaya internal, yang umumnya menghasilkan gaya yang lebih besar daripada gaya external.
Untuk menghitung gaya otot dan gaya reaksi sendi digunakan rumus ?M = 0 dan ?F = 0. Jika sudut tarikan otot membentuk sudut 90o maka kita langsung menggunakan rumus di atas, tetapi jika sudut tarikan otot selain dari 90o (kurang atau lebih dari 90o) maka kita harus menggunakan komponen rectangular yaitu komponen rotasi dan komponen stabilisasi.
Komponen rotasi adalah komponen gaya yang tegak lurus dengan garis penghubung yang dibentuk oleh garis gaya otot yang bekerja dan komponen stabilisasi. Komponen gaya ini yang menghasilkan gerakan rotasi disekitar axis sendi. Sedangkan komponen stabilisasi adalah komponen gaya yang arahnya selalu ke titik putar (axis sendi). Komponen ini tidak memiliki moment gaya tetapi hanya menimbulkan tekanan pada sendi. Jika sudut tarikan otot kurang dari 90o maka komponen ini mempunyai efek stabilisasi yang besar dan jika lebih dari 90o maka komponen ini menghasilkan efek distraksi/traksi pada sendi.
Jika kita menggunakan komponen rectangular didalam menghitung gaya otot dan gaya reaksi sendi maka kita harus mempertimbangkan rumus Pythagoras dan Trigonometry.
Contoh : Hitunglah  bbesar gaya ototiceps brachii dan gaya reaksi sendi elbow pada ROM sendi 30o.

Senin, 18 April 2011

Perubahan

Pada dasarnya manusia itu tidak suka perubahan, banyak yang takut dengan perubahan itu. Tapi ternyata, perubahan itu sering kali membuat kita justru lebih baik!
Pertumbuhan = make God smile ;)
Perubahan baik disengaja ataupun tidak, akan memiliki efek yang nantinya akan membuat seseorang bertumbuh. Mungkin orang itu sendiri tidak bisa menyadari tapi orang-orang disekitarnya tentu akan merasakannya. Tidak ada perubahan yang terjadi tanpa diikuti pertumbuhan, saat kita belajar menerima dengan iklas kita akan mendapatkan sesuatu yang manis dari itu semua. Mungkin awalnya akan terasa pahit / asam / asin, atau apalah, tapi pada akhirnya itu semua akan membuat kita tersenyum bahagia karena memang itulah yang Tuhan rancang. Melihat kita bertumbuh menjadi lebih dewasa akan menjadi kebahagiaan Tuhan, dan apalagi yang menjadi tujuan hidup kita selain membuat Tuhan tersenyum?
Pengenalan atas diri sendiri
Perubahan juga membuat kita menjadi lebih tahu tentang siapa diri kita sebenarnya. Saya pernah baca ada suatu quote “diri kita yang sesungguhnya adalah ketika tidak ada orang yang melihat kita”. Saya rasa itu benar, dan itu tidak akan kita ketahui kalau tidak ada perubahan, dari yang awalnya banyak orang ketempat yang tidak banyak orang. Perubahan yang terjadi biasanya akan memancing kita bertahan dengan cara yang kreatif, yang mungkin awalnya kita tidak tahu kalau kita sanggup melakukan hal itu.
Berpegang pada Tuhan
Saat perubahan terjadi, biasanya semuanya tampak tidak jelas dan tidak meyakinkan. Mungkin kita punya cita-cita atau visi hidup yang sudah dirancang matang-matang, namun saat perubahan terjadi semua itu terasa mengambang dan tidak pasti. Dan disitu kita akan belajar arti dari berserah kepada Tuhan.
Nothing last forever
Perubahan juga mengingatkan kita bahwa tidak ada sesuatu yang abadi di bawah kolong langit ini. Dan disitu kita akan belajar tahu, bahwa ada kuasa yang besar dari manusia karena tidak ada apapun juga yang bisa diandalkan apapun itu selain dari pada Tuhan.
Matahari bisa lenyap, langit bumi bisa bergoncang, tidak ada yang abadi kecuali kasih Yesus yang terus tinggal tetap.

Kamis, 07 April 2011

Mendengar Dan Bertumbuh

Pernah denger gak kalo salah satu kunci kita buat bertumbuh secara rohani itu dengan mendengar. Mendengar itu sama aja kayak benih yang ditabur n berbuah dengan baik. Kalo kita bisa mendengar n merespon dengan baik, maka hasil yang kita tuai juga pasti baik.

Mendengar dalam bahasa inggris kan ada 2 tuh artinya. Hear n Listen. Hear itu kayak pas kita jalan2 ke suatu tempat kita bisa denger semua orang ngomong, suara mesin, suara anak2 lari2, tapi gak ada yang kita perhatiin. Kalo Listen itu mendengar n memahami yang kita denger.


Iman itu timbul dari pendengaran kita. kalo kita denger yang baik2 n terima semuanya dengan respon yang baik juga, berarti kita bakal menumbuhkan iman yang baik di hidup kita.

Nah kalo kita udah denger tentang kebenaran, kita kudunya tuh jaga kebenaran itu. Jangan sampe kita diintimidasi ato ditipu lagi. Kalo kita udah bisa simpen kebenaran n kita ngelakuinnya otomatis kita gak bakal jatoh lagi ke kesalahan yang sama.

So, kalo kita mau bertumbuh kita jangan cuma mendengar aja tapi kudu naek level yaitu mendengar dengan seksama n mendengar dengan iman.